Minggu, 23 Mei 2010

Penyakit Tanaman

TUGAS
DASAR – DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN
”Penyakit Tanaman”


Oleh :
Despa Eka Susanti
05081004029



PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

INDERALAYA
2010



Tulis contoh – contoh penyakit tanaman yang masing – masing disebabkan oleh jamur, bakteri, dan virus ( bedakan antara tanaman perkebunan, tanaman hortikultura, dan tanaman pangan ).
Jawab :

1. Penyakit yang disebabkan oleh Jamur

a. Tanaman Perkebunan
• Penyakit Blas pada Kelapa Sawit (Phytium splendens)
Penyakit blas pada kelapa sawit sebenarnya merupakan penyakit akar, tetapi gejala yang terlihat pada bagian atasnya merupakan gejala blas yaitu menguning dan mengeringnya daun secara cepat yang disusul dengan kematian tanaman. Gejala awal berupa penghambatan pertumbuhan disusul dengan klorosis dan nekrosis yang berawal dari ujung daun dan terus menjalar ke bawah. Dalam beberapa hari tanaman tersebut mati dan jika dibongkar maka akan terlihat bagian perakarannya yang sudah membusuk. Tanaman kelapa sawit yang terserang kebanyakan masih muda dan infeksi sering muncul di pembibitan, meskipun tanaman yang sudah agak tua pun dapat terserang. Pembibitan kelapa sawit di polibag biasanya dapat menekan persentase penyakit karena penularan antar bibit dapat dihambat.
Penyebab blas pada kelapa sawit adalah Phytium splendens.
• Penyakit busuk buah pada kakao (Phytophthora palmivora)
Penyakit busuk buah pada kakao ini juga disebut penyakit busuk hitam buah kakao karena karakteristik gejalanya yakni buah yang terserang selain membusuk juga berwarna hitam. Phytophthora palmivora ini tidak hanya menyerang buah tetapi juga bagian lain dari tanaman kakao, tetapi karena kerusakan lebih menonjol pada buah maka lebih dikenal sebagai penyakit busuk buah.
• Penyakit busuk pangkal batang pada lada (Phytophthora palminovora)
Sebenarnya pada tanaman lada dikenal dua penyakit utama yang menyebabkan layu diantaranya layu cepat dan layu lambat. Namun, justru penyakit layu cepat atau yang dikenal BPBL ini yang lebih banyak merusak tanaman lada. Penyakit Busuk Pangkal Batang Lada ini disebabkan oleh jamur patogen Phytophthora capsici. Kadang, petani seringkali terkecoh dan sulit membedakan gejala antara penyakit layu lambat dengan layu cepat tersebut. Padahal identifikasi gejala ini merupakan bagian penting dalam menentukan penyakit yang menyerang tanaman lada. Dan hal ini sangat mempengaruhi bagaimana cara dan strategi pengendaliannya. Gejala layu akibat serangan patogen busuk pangkal batang biasanya nampak seperti tanaman kekeringan, sedangkan akibat penyakit kuning, ditunjukkan dengan daun menggantung kaku dan makin lama makin mengarah ke batang tanaman.
Penyakit P. Palmivora biasanya menyerang tanaman bagian pangkal batang dan akar. Namun dalam keadaan tertentu dapat juga menyerang bagian daun, cabang dan buah. Infeksi pada bagian pangkal batang biasanya terjadi kurang lebih setinggi 30 – 35 cm dari permukaan tanah. Serangan terbesar biasanya terjadi pada saat musim hujan. Karena pada saat itu, cuaca yang ada sangat mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan patogen pada tanaman. Penampakannya bisa kita lihat apabila pangkal batang diiris secara membujur terlihat garis-garis yang berwarna coklat kehitam-hitaman dan kemudian membusuk. Gejala serangan dini pada bagian batang maupun akar sulit diketahui. Gejala yang khas dari penyakit ini adalah kelayuan tanaman. Infeksi pada pangkal batang menyebabkan terjadinya perubahan wana kulit menjadi hitam. Pada keadaan lembab, gejala hitam tersebut nampak seperti berlendir berwarna agak biru. Kulit pangkal batang tersebut kadang-kadang terlepas dan tinggal jaringan pembuluh yang berwarna coklat. Daun-daun yang layu seringkali tetap tergantung dan berubah warna coklat sampai hitam.
• Kanker pada Kakao (Ceratocystis fimbriata)
Gejalanya berupa kanker pada batang dan ranting. Kanker tersebut bewarna coklat gelap dan terlihat cekung dibandingkan bagian di sekelilingnya yang sehat. Tidak jarang bagian yang terinfeksi tsb retak – retak. Jika kulit dikupas, maka pada kayu akan terlihat bercak – bercak berwarna abu – abu keunguan atau kemerahan. Daun pada batang atau ranting yang terserang akan layu kemudian mengering tetapi tetap tergantung pada tangkai. Penyebab penyakit ini adalah Ceratocystis fimbriata.
• Penyakit busuk akar hitam pada teh (Rosellinia arcuata)
Pada tanaman muda, infeksi dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat sehingga seluruh daun tidak sempat gugur dan tetap menempel pada ranting – rantingnya. Jika tanaman dibongkar maka pada bagian akar terlihat tertutup oleh jalinan miselia yang berwarna hitam. Kulit akar dan jaringan di bawah jalinan miselia tersebut membusuk. Infeksi pada tanaman tua dapat menyebabkan kematian pada sebagian dari cabang yang berasosiasi dengan akar yang terserang. Penyebab penyakit ini adalah Rosellinia arcuata.
• Penyakit hawar daun Amerika Selatan pada Karet (Mycrocyclus ulei)
Gejala sangat dominan pada daun. Pada daun muda yang terinfeksimuncul bercak dengan permukaan penuh konidua sehingga tampak seperti bertepung. Setelah bercak berkembang daun muda tersebut akan segera gugur. Pada daun tua menghasilkan bercak berwarna hijau gelap dan dari bercak tersebut tumbuh konidiofor dan konidia. Jika daun tidak gugur maka pada permukaan bawahnya akan terbentuk pustol – pustol yang sebenarnya merupakan pseudotesium dengan askus dan askosporanya. Penyebab penyakit ini adalah Mycrocyclus ulei.
• Penyakit busuk pangkal batang kelapa sawit (Ganoderma boninense)
Infeksi berkembang di dalam batang sehingga stadia awal dari perkembangan penyakit sulit dideteksi. Gejala luar yang paling awal terlihat adalah kelayuan daum menyeluruh dan terlihat seperti kekurangan hara dan air. Penyebab penyakit ini adalah Ganoderma boninense.
• Penyakit busuk batang atas pada Kelapa Sawit (Phellinus noxius)
Infeksi biasanya terjadi pada tanaman yang sudah berumur tahunan (>10 tahun) dan dapat terjadi di berbagai ketinggian pada batang. Gejala yang khas berupa busuk dan patahnya batang bagian atas, kira – kira 1 meter di bawah tandan tertua. Penyebab penyakit ini adalah Phellinus noxius.

b. Tanaman Hortikultura
• Penyakit akar gada pada kubis.

Penyakit akar bengkak (clubroot atau finger-and-toe) di Indonesia dikenal dengan nama seperti kasakit beutian, gondok tangkal, engkol beutian (Bahasa Sunda = red), akar gada, akar kaki gajah dan akar pekuk. Penyakit bengkak akar ini sebenarnya disebabkan oleh jamur Plasmiodiophora brassicae Wor. Kelas Plasmidiophoramycetes. Masalah penyakit akar bengkak tidak hanya menjadi penyakit utama di negara kita saja tetapi juga merupakan masalah yang dihadapi oleh berbagai petani kubis di dunia.

Penyakit akar bengkak ini pertama kali ditemukan dan diteliti oleh Woronim di Rusia tahun 1872, sehingga tidak mengherankan nama penyebabnya pun menggunakan namanya. Penyebarannya yang sangat cepat telah menyebabkan serangannya tersebar di hampir seluruh dunia. Adapun serangan penyakit ini ditemukan pertama kali di Indonesia tahun 1979 (Semangun,1991).
Gejala tanaman kubis yang terserang oleh P. brassicae akan jelas terlihat pada keadaan cuaca panas atau siang hari yang terik yang ditandai dengan penampakkan daun-daun layu seperti kekurangan air. Namun bila malam hari atau pagi hari, tanaman kubis nampak segar kembali. Bila keadaan tersebut dibiarkan maka lambat laun pertumbuhan tanaman terhambat sehingga tanaman menjadi kerdil. Pada stadia selanjutnya tanaman kubis yang terserang tersebut tidak dapat membentuk krop yang akhirnya mati. Akar yang terinfeksi penyakit akar gada mengadakan reaksi dengan pembelahan dan pembesaran sel, akibatnya pada kar kubis terbentuk banyak bintil. Bintil-bintil tersebut lama kelamaan bersatu sehingga menjadi bengkakan memanjang yang mirip dengan batang (gada). Rusaknya susunan jaringan akar menyebabkan rusaknya jaringan pengangkutan, sehingga pengangkutan air dan nutrisi dari tanah menjadi terganggu. Suatu hal yang sangat luar biasa dari penyakit ini adalah bahwa daur penyakit P. brassicae dapat bertahan dalam tanah selama 10 tahun atau lebih meskipun disitu tidak terdapat tumbuhan inang (Semangun, 1991).
• Penyakit Rebah Kecambah
Gejala dapat bermacam-macam tergantung dari umur dan stadia perkembangan semai jeruk. Biji menjadi busuk sebelum berkecambah atau sebelum muncul dipermukaan tanah. Biji yang terinfeksi ini menyebabkan kualitas biji jeruk buruk (daya kecambah rendah). Busuk pangkal batang pada perkembangan semai biji terutama pada bagian yang dekat dengan tanah. Rhizoctonia solani menyebabkan pembusukan semai yang dekat dengan permukaan tanah, bagian busuk berwarna coklat. Serangan Pythium sp. selalu dimulai dari ujung akar (akar pokok dan atau akar lateral). Serangan selalu dimulai dari bagian tanaman di dalam tanah. Serangan Pythium sp. menyebabkan tanaman menjadi layu dan kulit akar busuk basah. Disamping itu, daun atau tunas-tunas dapat terjangkit dengan gejala busuk coklat.

Bioekologi Penyakit ini hanya terjadi pada semaian batang-bawah dan penangkaran yang menggunakan tanah tercemar patogen atau yang tidak terkontrol kebersihannya. Patogen yang virulen bisa terbawa pada kulit biji atau pada media semai. Pada saat biji tumbuh, tunas dan akarnya adalah fase rentan bagi tanaman inang terhadap serangan patogen yang virulen dan saat yang tepat bagi patogen untuk melakukan penetrasi. Rhizoctonia solani mempunyai sclerotium berwarna coklat, tidak berkulit dan bentuknya tidak beraturan, pipih, biasanya terletak pada permukaan tumbuhan inang dan dihubungkan oleh benang-benang miselium berwarna coklat. Biji yang baru tumbuh memiliki jaringan muda yang rentan terjadi penyakit rebah kecambah akibat serangan Rhizoctonia solani yang dikenal polifag dan sering terdapat dalam tanah. Pythium mempunyai sporangium (konidium) bulat. Sporangium dapat berkecambah langsung membentuk hifa sehingga disebut konidium. Selain itu sporangium dapat berkecambah secara tidak langsung yaitu dengan membentuk zoospora yang mempunyai flagel. Pythium bersifat polifag terutama menyerang inang yang masih muda (semai) sehingga menyebabkan penyakit rebah kecambah. Fusarium sp. dapat bertahan lama dalam tanah dalam bentuk klamidospora (soil inhabitant). Penetrasi dapat terjadi pada ujung akar, berkembang tidak lama dalam jaringan parenkim kemudian menetap dan menginfeksi buah sehingga terdapat kemungkinan bahwa jamur terbawa oleh biji.
• Penyakit Busuk Lunak pada produk Hortikultura
Penyakit ini terutama pada buah, sayuran dan bunga yang berdaging. Penyakit ini sangat penting terutama selama penyimpanan, transportasi dan pemasaran produk. Disebabkan oleh Rhizopus sp.
• Penyakit busuk daun dan ranting pada cabai (Choanephora cucurbitarum)
Penyakit ini banyak ditemukan pada pertanaman cabai, terutama pada pertanaman yang pemeliharaannya kurang intensif. Infeksi pertama terjadi pada titik tumbuh, bunga dan pucuk daun kemudian menyebar ke bagian lain yang lebih tua. Pucuk daun yang terserang berubah warna dari hijau menjadi coklat kehitaman dan akhirnya membusuk. Penyebab penyakit ini adalah Choanephora cucurbitarum
• Penyakit busuk pangkal buah nenas (Ceratocystis paradoxa)
Gejala serangan pada buah biasanya berawal dari tangkai dan terus menjalar kebagian buah. Bagian buah yang terinfeksi akan membusuk, lunak, dan berwarna kuning pada awalnya kemudian berubah menjadi berwarna hitam. Pembusukan ini disertai dengan keluarnya bau yng khas. Penyebabnya adalah Ceratocystis paradoxa.
• Penyakit bercak daun kacang tanah (Mycosphaerella berkeleyii)
Gejala serangan umumnya muncul pada daun tetapi juga dapat muncul pada tangkai daum dan batang. Gejala awal berupa bercak pucat pada permukaan daun. Bercak ini kemudian berkembang sampai berdiameter 10 mm atau lebih dan terjadi nekrosis pada bagian tengahnya dengan halo (lingkaran) klorosis di sekelilingnya. Penyebab penyakit ini adalah Mycosphaerella berkeleyii.
• Penyakit scabies pada jeruk (Elsinoe fawcetti)
Penyakit ini pada buah, daun maupun cabang tanaman jeruk. Karakteristiknya adalah munculnya pustul – pustul skabies atau kutil – kutil bergabus. Penyebabnya adalah Elsinoe fawcetti.

c. Tanaman Pangan
• Penyakit Kutil Hitam pada Kentang
Penyakit ini hampir di semua tempat dimana kentang ditanam meskipun kasus serius lebih banyak ditemukan di negara – negara Eropa dimana kentang menjadi makanan pokok. Selain menurunkan produksi dari segi kuantitas, penyakit ini juga sangat menurunkan kualitas kentang sehingga kerugian yang ditimbulkan menjadi berlipat ganda.
Gejala khas dari penyakit ini adalah munculnya kutil atau tonjolan yang tidak teratur pada permukaan umbi yang berawal dari bagian tunas pada umbi tersebut. Kutil ini dapat berkembang sampai beberapa centimeter diameternya dan jaringannya menjadi lunak dan berwarna hitam.
Penyebabnya adalah Sychytrium endobioticum.
• Penyakit Hawar Daun pada Kentang (Phytophthora infestans)
Busuk daun kentang ( late blight ) yang sering disebut sebagai " hawar daun " adalah penyakit yang berbahaya pada tanaman kentang dan tomat. Penyakit ini diduga berasal dari Pegunungan Andes dan dari sana masuk ke Amerika Serikat dan Eropa. Pada tahun 1845 - 1860 penyakit ini menyebabkan timbulnya bahaya kelaparan di Irlandia. Karena pada saat itu kentang merupakan bahan makanan pokok di Irlandia,sehingga disana terjadi paceklik yang sangat berat.
Gejala pertama muncul pada daun – daun bagian bawah berupa bercak berair berbentuk relatif bulat dan pada kondisi yang baik akan segera berkembang meluas dan warnanya berubah menjadi coklat. Jika dilihat pada permukaan bawah daun, pada jaringan yang nekrosis terlihat bulu – bulu halus berwarna putih yang merupakan konidiofor dan konidia jamur P. Infestans.
Penyebab penyakit ini adalah Phytophthora infestans.
• Penyakit bercak coklat pada padi (Cochliobolus miyabeanus)
Di persemaian, infeksi biasanya diawali dengan munculnya bercak kecil pada koleoptil, upih daun dan daun. Jika jumlah bercak cukup banyak kemungkinan besar bibit yang terinfeksi akan mati. Pada tanaman yang lebih tua, bercak – bercak berukuran kecil berbentuk oval dan berwarna merah kecoklatan serta tersebar hampir merata pada permukaan daun. Penyebabnya adalah Cochliobolus miyabeanus.

2. Penyakit yang disebabkan oleh Bakteri
a. Tanaman Perkebunan
• Penyakit Sumatera pada cengkeh
(Pseudomonas syzygii)
Gejala pada tanaman cengkeh yang terserang pada umumnya didahului dengan kelayuan dan diakhiri dengan kematian tanaman. Pada kematian cepat atau mendadak, daun layu kemudian berubah warna jadi coklat dan mengering tetapi tetap tergantung pada pohon, walaupun akhirnya akan gugur juga. Penyebab penyakit ini adalah Pseudomonas syzygii.
• Penyakit bercak daun bersudut pada kapas (Xanthomonas malvacearum)
Gejala pada daun diawali dengan pemunculan bintik berair berwarna hijau gelap yang kemudian berkembang menjadi bercak yang lebih besar berwarna coklat gelap. Perkembangan bintik menjadi bercak tersebut dibatasi oleh pembuluh – pembuluh atau anak tulang daun sehingga terbentuk bercak bersudut. Penyebab penyakit ini adalah Xanthomonas malvacearum.
• Penyakit puru mahkota pada tanaman berkayu (Agrobacterium tumefaciens)
Penyakit ini ditandai oleh munculnya gejala tumor atau puru dengan berbagai ukuran. Gejala awalnya berupa munculnya pertumbuhan yang sedikit berlebihan pada batang atau akar, khususnya di dekat permukaan tanah. Setelah itu, mulai terbentuk puru yang pada awalnya berbentuk bulat dan berwarna kusam serta agak lunak. Penyebab penyakit ini adalah Agrobacterium tumefaciens.

b. Tanaman Hortikultura
• Penyakit layu bakteri pada pisang
(Pseudomonas solanacearum)
Infeksi pada tanaman muda menyebabkan kelayuan dan kematian yang cepat dan daun – daun mudanya patah terkulai tanpa mengalami khlorosis terlebih dahulu. Infeksi pada tanaman tuagejala awalnya terlihat pada daun termuda yang mengalami kholorosis di sekitar tangkaidaun kemudian daun tersebut patah dan layu serta mengering. Penyebab penyakit ini adalah Pseudomonas solanacearum.
• Penyakit layu pada tomat dan solanaceae lainnya (Pseudomonas solanacearum)
Tanaman yang terserang akan layu mendadak dan serangan pada tanaman muda hampir pasti menyebabkan kematian segera setelah tanaman tersebut menunjukkan gejala layu. Penyebab penyakit ini adalah Pseudomonas solanacearum.
• Penyakit kanker jeruk (Xanthomonas citri)
Gejala serangan pada daun diawali dengan munculnya bintik kuning berdiameter kurang dari 1 mm pada permukaan bawah daun. Pada perkembangan selanjutnya, bintik tersebut berubah menjadi bercak cembung dan berwarna kecoklatan serta agak mengkilat. Penyebab penyakit ini adalah Xanthomonas citri.

c. Tanaman Pangan
• Penyakit kresek pada Padi (Xanthomonas campestris pv. Oryzae)
Gejala pada daun diawali dengan munculnya garis – garis kebasah – basahan pada pinggiran daun, beberapa cm dari ujung daun. Garis – garis tersebut kemudian memanjang dan melebar serta menguning dan bagian pinggirnya bergelombang. Penyebab penyakit ini adalah Xanthomonas campestris pv. Oryzae.
• Penyakit layu bakteri pada Jagung (Erwinia stewartii)
Pada daun biasanya muncul garis – garis panjang dengan tepian agak bergelombang dan berwarna pucat atau kekuningan yang kemudian mengering dan berwarna coklat. Penyebab penyakit ini adalah Erwinia stewartii.
• Penyakit busuk melingkar pada Kentang (Corynebacterium sepedonicum)
Gejala khas dari penyakit ini muncul pada umbi kentang sebekum atau sesudah panen.infeksi berawal pada pangkal umbi dan umbi berkembang serta menjalar melalui jaringan pembuluh pada umbi tersebut dan karena jaringan pembuluh melingkar seperti jaringan pembuluh pada batang dikotil maka penyakit ini mengahsilkan gejala melingkar pada umbi. Penyebab penyakit ini adalah Corynebacterium sepedonicum.

3. Penyakit yang disebabkan oleh Virus
a. Tanaman Perkebunan
• Penyakit mosaik tembakau
(Tobacco mosaic virus)
Gejala khas berupa belang – belang mosaik antara hijau gelap dan hijau terang pada permukaan daun disertai dengan perubahan permukaan daun yang menjadi bergelombang. Virus penyebabnya adalah Tobacco mosaic virus.
• Penyakit bengkak tunas pada kakao (Cacao swollen shoot virus)
Gejala khas pada penyakit ini adalah pembengkakan tunas sebagai akibat perkembangan silem dan floem yang tidak normal. Virus penyebabnya adalah Cacao swollen shoot virus.

b. Tanaman Hortikultura
• Penyakit belang pada kacang tanah
(Peanut mottle virus)
Gejala serangan sangat khas berupa belang –belang pada daun. Bagian lamina yang dekat dengan ibu tulang daun cenderung lebih hijau sedangkan bagian yang lain agak kekuningan. Virus penyebab penyakit ini adalah Peanut mottle virus.
• Penyakit layu berbintik pada tomat (Tomato spotted wilt virus)
Gejala khas adalah munculnya warna seperti perunggu pada permukaan atas daun disusul dengan menggulungnya daun kearah bawah. Jika kondisi lingkungan mendukung bagi penyakit, pada daun menggulung tersebut muncul bintik – bintik nekrosis yang terus menjalar ketangkai daun dan batang. Virus penyebab penyakit ini adalah Tomato spotted wilt virus.
• Penyakit daun mengumpul pada Pisang (Banana bunchy top virus)
Penyakit yang dikenal sebagai bunchy top pada pisang ini sudah terbukti mampu menghancurkan pertanama dan industri pisang di berbagai negara terutama di Asia. Tanaman yang terserang tumbuh kerdil dan daunnya kaku serta mengarah ke arah atas sehingga tampak bergerombol. Virus penyebab penyakit ini adalah Banana bunchy top virus

c. Tanaman Pangan
• Penyakit tungro pada padi
(Rice Tungro virus)
Tanaman padi yang terserang akan kerdil, daun – daunnya berubah warna menjadi kuning kemerah – merahan mulai dari pucuk dan terus bergerak menjalar ke bawah. Virus penyebab penyakit ini adalah Rice Tungro virus.
• Penyakit kerdil rumput pada Padi (Rice grassy stunt virus)
Tanaman yang terinfeksi menunjukkan gejala kerdil yang parah, membentuk anakan yang sangat banyak tetapi daun – daunnya lebih pendek dan kecil dibanding ukuran daun normal yang warnanya kekuning – kuningan. Virus penyebab penyakit ini adalah Rice grassy stunt virus.
• Penyakit bergaris pada Jagung
(Maize streak virus)
Gejala serangan berupa garis – garis khlorosis terputus – putus sepanjang tulang daun. Lebar garis bervariasi antara 0,5 sampai 1 mm dan pada perkembangan selanjutnya garis – garis yang berdekatan dapat menyatu sehingga terbentuk garis – garis yang lebih lebar. Virus penyebab penyakit ini adalah Maize streak virus.




DAFTAR PUSTAKA

Diktat Dasar – Dasar Perlindungan Tanaman, Penyakit Tanaman. Palembang : Universitas Sriwijaya

http://www.karantinaonline.com/download/Rebah%20Kecambah.pdf

http://www.tanindo.com/abdi9/hal1901.htm
http://www.tanindo.com/abdi11/hal3201.htm

0 komentar: