Jumat, 04 Juni 2010

Tugas Dasar - Dasar Komunikasi

TUGAS DASAR – DASAR KOMUNIKASI
ANALISIS FENOMENA SOSIAL DISEKITAR




Despa Eka Susanti
05081004029




Program Studi Agribisnis
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian
Fakultas Pertanian
Universitas Sriwijaya

Indralaya
2010



Korban PHK yang Kini Omzetnya Rp8 Miliar per Tahun

Jum'at, 26 Maret 2010 - 08:53 wib

Pemutusan hubungan kerja (PHK) tak selamanya pahit. Lihat saja Siswati. PHK justru menuntunnya menjadi pengusaha sukses di bidang alat permainan edukatif anak usia dini.
Tahun 2005 menjadi tahun tak terlupakan bagi Siswati. Pada tahun tersebut dia bersama 12 rekannya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari PT Mentari Toy, tempatnya bekerja. Perusahaan mainan di daerah Jombang, Jawa Timur itu terpaksa melepas Siswati dan kawan-kawan lantaran gulung tikar. Siswati pun nyaris putus asa. Apalagi sewaktu terkena PHK, usianya bersama 12 rekan sudah tidak muda lagi,rata-rata 40 tahun.
”Di usia 40 tahun,mana ada perusahaan yang mau menerima kami bekerja,” Siswati bercerita.
Di tengah keputusasaan,secercah harap untuk dapat kembali meraih masa depan yang lebih baik terkuak. Ibu empat anak tersebut mendapat tawaran dari seorang pejabat di Jombang bekerja sama membuat mainan edukatif. Bersama 12 rekan-rekannya yang terkena PHK, Siswati pun menjalin kerja sama tersebut. Terlebih pejabat asal Jombang tersebut menawarkan beberapa kemudahan. Sayang,entah mungkin karena belum rezeki,di tengah jalan kerja sama itu terhenti. Siswati kembali menemui persoalan pelik. Buntut kerja sama yang terputus di tengah jalan, dia dan rekan-rekannya harus menanggung sejumlah utang.
”Kesabaran kami benar-benar diuji saat itu,”katanya. Di tengah cobaan tersebut, pertolongan ternyata tetap saja datang. Rekan atasannya sewaktu di PT Mentari Toy menawarinya mendirikan perusahaan permainan edukatif agar utang yang ditanggungnya dapat terbayar. Dengan modal pinjaman, Siswati dan dua temannya mengawali upaya mendirikan perusahaan dengan menjadi distributor mainan dari kayu, plastik, dan besi.

“Saat itu kami belum memproduksi, tetapi memesan barang dari Jateng dan Jatim,”katanya. Usaha distributor mainan ditekuninya hingga satu setengah tahun. Selama menjalankan usahanya sebagai distributor, pasar merespons dengan baik.
Barang-barang yang diambil dari wilayah Jatim dan Jateng tersebut selalu habis terjual. Merasa ilmu dalam bisnis mainan telah lengkap diperoleh, Siswati bersama sejumlah temannya yang terkena PHK, pada 2007 mendirikan CV Putra Putri dengan modal Rp40 juta. Beberapa kawan mantan pekerja PT Mentari Toy juga diajak ikut serta. Tak butuh waktu lama bagi CV Putra Putri yang memproduksi permainan edukatif untuk berkembang pesat. Pesanan satu demi satu berdatangan, hingga jumlahnya ribuan.Omzet perusahaannya meningkat dari tahun ke tahun. Jika pada awal-awal pendirian omzetnya masih berada di kisaran Rp1-2 miliar per tahun, pada 2009 omzet perusahaannya telah mencapai Rp8 miliar per tahun.
Penambahan omzet yang demikian besar itu menurut Siswati karena dalam tempo waktu tiga bulan terakhir pada 2009, perusahaannya mendapat order dari 18 kabupaten di Indonesia. ”Semua berjalan demikian cepat. Saya sendiri tak mengira kalau perusahaan yang bisa dikatakan industri rumahan bisa seperti sekarang,”kata Siswati.
Kini produksi mainan edukatif CV Putra Putri dengan merek dagang Papoe (singkatan dari putra dan poetri) telah merambah 33 provinsi di Indonesia. Dari Sabang di Aceh sampai Merauke di Jayapura.
Pabriknya yang berdiri di atas lahan seluas 1.500 meter persegi di Desa Kembangbunder, Jombang, setiap bulan telah mampu memproduksi hingga 513 jenis mainan edukatif untuk anak di usia emas (golden age),0-4 tahun. CV Putra Putri juga menampung pekerja yang sebagian besar dari warga sekitar, ditambah beberapa pekerja mantan karyawan PT Mentari Toy. Atas prestasi itu, banyak penghargaan yang diterima Siswati. Perusahaannya kerap menjadi contoh pembuatan alat edukatif yang ramah lingkungan, memerhatikan aspek kesehatan, dan tidak membahayakan untuk anak balita.
”Pelatihan-pelatihan yang saya dapatkan membantu saya membuat mainan yang memperhatikan standar keselamatan dan keamanan. Semua bahan yang kami gunakan aman dan tidak mengandung racun,”ungkapnya. Dia juga dipercaya menerima pinjaman bank sebesar Rp125 juta dari BNI.Jumlahnya terus meningkat hingga kini menjadi Rp150 juta. Siswati memilih BNI karena mutu pelayanan dan suku bunganya yang kompetitif. Namun,tak selamanya roda bisnis CV Putra Putri berjalan mulus. Nah, situasi yang paling sulit dihadapi Siswati adalah penjiplakan yang dilakukan perusahaan lain terhadap Papoe, brand produk CV Putra Putri. Penjiplakan hasil karya ini,menurut Siswati, sudah cukup mencemaskan.
”Banyak komplain ke kami bahwa produk bikinan Jombang kurang baik. Padahal, setelah kami selidiki,ternyata produk itu dari daerah lain,”katanya.
Ironisnya, tak banyak pilihan bagi Siswati untuk keluar dari masalah ini. Untuk mendaftarkan hasil karyanya, setiap item dikenai biaya registrasi Rp600 ribu. Bisa dibayangkan, berapa dana yang harus dikeluarkan CV Putra Putri untuk mematenkan ratusan jenis mainannya. Ini belum termasuk empat jenis mainan baru yang setiap bulan diciptakan CV Putra Putri.”Kesadaran penghargaan terhadap karya orang lain masih minim,”katanya.
Tantangan lain datang dari kemunculan perusahaan-perusahaan sejenis. Banyak perusahaan baru menawarkan harga jual lebih rendah sehingga merusak harga pasar. Serbuan produk murah dari China meski tidak terlalu berpengaruh signifikan juga menjadi ujian lainnya. Meski tantangan dan cobaan sepertinya tak pernah berhenti mendera,istri seorang dosen di sebuah universitas di Kota Malang tersebut tetap tegar. Salah satu pendorong semangatnya adalah obsesi mulia untuk memberi pekerjaan bagi banyak orang.“Kami berobsesi bisa menampung 1.000 karyawan dari tempat saya bekerja dulu (Mentari Toy),”katanya.
Siswati juga ingin wilayah pemasaran usahanya tidak hanya di dalam negeri.Ke depan dia ingin produk Papoe bisa diekspor ke luar negeri. Dia mengatakan, ada beberapa pihak yang sudah menjajaki untuk mengekspor produknya.” Mudah-mudahan dalam waktu dekat, produk saya juga bisa dijual ke luar negeri,”harapnya.
Cita-cita mulia lainnya adalah keinginannya mendirikan anak usaha dari bidang yang digelutinya saat ini. Siswati ingin membuat perusahaan ekspedisi. Perusahaan ekspedisi akan turut membantu memperlancar distribusi barang. Usaha ekspedisi diakuinya juga punya prospek cerah. ”Dengan adanya usaha tersebut, saya harap dapat kembali mengentaskan pengangguran di wilayah sekitar,”katanya.
Tak berhenti di sini, cita-cita mulia Siswati masih berderet antara lain mendirikan sekolah untuk anak usia dini dengan standar tinggi. Dia ingin anak-anak di Jombang, khususnya di sekitar perusahaannya, berdiri menjadi anak cerdas, mampu meraih cita-cita setinggi langit. Begitulah Siswati,perempuan pengusaha asal Jombang, yang senantiasa tak bisa lepas dari tanggung jawabnya sebagai seorang ibu, turut membesarkan dan mendidik anak-anak Indonesia.


Analisis fenomena sosial disekitar.

Pada fenomena sosial diatas, fenomena tersebut dapat kita analisis berdasarkan unsur – unsur komunikasi. Unsur – unsur komunikasi tersebut adalah :
1. Komunikator
2. Komunikan
3. Pesan
4. Saluran Komunikasi dan Media Komunikasi
5. Efek Komunikasi
6. Umpan Balik
7. Gangguan

1. Komunikator
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang komunikator, akan lebih baik kita mengetahui definisi komunikator. Komunikator adalah manusia yang berakal budi yang berinisiatif menyampaikan pesan untuk mewujudkan motif komunikasinya.
Dilihat dari jumlahnya, komunikator dapat terdiri dari :
a. Satu orang
b. Banyak orang dalam pengertian lebih dari satu.
c. Massa
Pada fenomena diatas, komunikator terdiri dari satu orang yaitu Siswanti. Siswanti berperan sebagai komunikator karena ia berinisiatif untuk menyampaikan pesan kepada komunikan. Atau dengan kata lain, Siswanti dapat dikatakan sebagai sumber informasi.

2. Komunikan
Definisi komunikan adalah penerima pesan yang disampaikan oleh komunikator.
Sama halnya dengan komunikator, komunikan juga dapat dilihat dari jumlahnya. Apakah itu satu orang, banyak orang ( kelompok kecil, kelompok besar, termasuk dalam wujud organisasi), dan massa.
Pada fenomena diatas, kita dapat menggolongkan komunikannya kedalam kategori antara satu orang dengan massa ( Siswanti berperan sebagai komunikator massa yang menyampaikan pesan melalui media massa dan khalayak ramai sebagai komunikan). Kita dapat mengatakan demikian karena Siswanti sebagai komunikator memberikan informasi melalui media massa (internet) yang dapat dibaca oleh khalayak ramai.

3. Pesan

Definisi pesan adalah segala sesuatu verbal maupun nonverbal, yang disampaikan komunikator kepada komunikan untuk mewujudkan motif komunikasinya.
Pada fenomena diatas, penyampaian informasi adalah bahasa tulisan sehingga pesan tersebut dikelompokkan dalam pesan verbal.
Adapun pesan yang Siswanti sampaikan adalah pesan yang bertujuan untuk memberitahukan kepada khalayak ramai tentang usaha yang digelutinya saat ini. Asal mula pendirian usaha ini dan impian Siswanti agar bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat disekitarnya. Sehingga khalayak yang membacanya mengetahui apa yang disampaikan oleh Siswanti. Dan makna pesan yang disampaikan oleh Siswanti akan sama dengan apa yang diterima oleh komunikan.

4. Saluran Komunikasi dan Media Komunikasi
Saluran komunikasi adalah jalan yang dilalui pesan komunikator untuk sampai ke komunikannya. Terdapat dua jalan agar pesan komunikator sampai ke komunikannya, yaitu tanpa media (nonmediated communication yang berlangsung face- to – face, tatap muka) atau dengan media. Media yang dimaksud adalah media komunikasi. Media komunikasi diartikan sebagai lat perantara yang sengaja dipilih komunikator untuk menghantarkan pesannya agar sampai ke komunikan.
Pada fenomena yang kita analisis, saluran yang digunakan oleh komunikan adalah dengan menggunakan media massa. Dikatakan menggunakan media massa dilihat dari waktu terbitnya dapat dibedakan atas media massa periodik dan media massa nonperiodik. Periodik berarti terbit teratur pada waktu- waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Media massa nonperiodik dimaksudkan pada media massa yang bersifat eventual, tergantung pada even tertentu.
Pada analisis kita, media massa yang digunakan adalah media massa nonperiodik. Karena media massa tersebut bersifat eventual.
Media yang digunakan oleh komunikator adalah media yang bersifat multimedia. Hal ini dikarenakan komunikator menggunakan internet dalam penyebaran informasi yang disampaikan kepada khalayak ramai.

5. Efek Komunikasi
Dilihat dari artikel diatas, efek komunikasi yang terjadi adalah efek kognitif. Hal ini dikarenakan apabila seseorang membaca artikel diatas, maka seseorang tersebut akan mengetahui isi dari pesan yang disampaikan oleh komunikan. Komunikan memberikan penjelasan yang terperinci mengenai asal mula berkembangnya usaha tersebut sampai omset yang ia peroleh per tahun. Dengan demikian, makna pesan yang disampaikan oleh komunikator akan sama dengan apa yang dibaca oleh komunikan.

6. Umpan Balik
Umpan balik yang diberikan oleh komunikan dari apa yang disampaikan oleh komunikator tidak dapat kita tentukan karena komunikan hanya membaca apa yang disampaikan oleh komunikan. Tidak ada interaksi secara langsung ( face to face ) sehingga pesan yang disampaikan oleh komunikator hanya dapat diterima oleh komunikan tanpa adanya tukar peran antara komunikator dan juga komunikan.

7. Gangguan
Dikarenakan penyampaian pesan yang dilakukan oleh komunikator adalah melalui internet, maka gangguan dalam penyampaian informasi ini adalah keterbatasan komunikan dalam memperoleh informasi. Hal ini dikarenakan tidak semua komunikan dapat menggunakan internet. Selain itu, gangguan lain adalah koneksi internet yang kurang lancar disuatu daerah dan jangkauan internet yang terbatas.

Kamis, 03 Juni 2010

TaKe HomE UTS EmaK

PAPER UJIAN TENGAH SEMESTER
EKONOMI MAKRO


Oleh :
Despa Eka Susanti
05081004029



PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDERALAYA
2010


1.Bahaslah pengertian pendapatan nasional, metoda apa saja yang digunakan untuk perhitungan pendapatan nasional. Menurut Anda diantara metoda tersebut, metoda mana yang lebih baik/ unggul untuk digunakan, mengapa?
Jawab :
Pendapatan nasional adalah merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.
Konsep Pendapatan Nasional
•Produk Domestik Bruto (GDP)

Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
•Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
•Produk Nasional Neto (NNP)
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
•Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
•Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
•Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

Pendapatan nasional pada dasarnya merupakan kumpulan pendapatan masyarakat suatu negara. Tinggi rendahnya pendapatan nasional akan mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan per kapita negara yang bersangkutan. Akan tetapi, banyak sedikitnya jumlah penduduk pun akan mempengaruhi jumlah pendapatan per kapita suatu negara.
Metoda yang digunakan untuk Perhitungan Pendapatan Nasional

Ada 3 metoda dalam perhitungan pendapatan nasional :
1.Pendekatan Produksi
2.Pendekatan Penerimaan
3.Pendekatan Pengeluaran

1.Pendekatan Produksi (PDB/ PGNP)
Pendekatan yang berasal dari penggunaan faktor – faktor produksi untuk menghasilkan sesuatu. Pendekatan ini memiliki kelemahan yaitu munculnya doule counting atau perhitungan ganda.
Perhitungan ganda yang dimaksud yaitu nilai produk sebelumnya akan ditambahkan pada produk – produk turunan berikutnya dan digunakan sebagai nilai akhir produk tersebut.
Akibatnya nilai produk akhir menjadi lebih tinggi. Salah satu usaha untuk mengurangi dampak dari double counting yaitu dengan menggunakan pendekatan value added atau nilai tambah. Dalam pendekatan ini nilai produk akan dilihat nilai tambahnya pada produk turunan berikutnya sehingga yang nampak pada nilai barang akhir yaitu jumlah keseluruhan nilai barang akan sama dengan nilai akhir produk turunan terakhir.
Pendekatan produksi bisa dicari dengan :

2. Pendekatan Pengeluaran ( PNB/GNP )

Perhitungan pendapatan dengan melihat pengeluaran yang dilakukan oleh pelaku ekonomi yaitu rumah tangga konsumsi, rumah tangga perusahaan, dan pemerintah.
Pendekatan ini dapat dirumuskan sebagai berikut :


Keterangan : Y : Yield
C : Consumption
I : Investment
G: Goverment Expenditure
X: Expor
M: Import

3. Pendekatan Pendapatan ( PN/NI )
Pendekatan yang mengarah pada penerimaan atas penggunaan faktor – faktor produksi.
Pendekatan ini dapat dirumuskan :

Keterangan : Y : Yield
r : rent
w : wage
i : interest
p : profit
Menurut saya metoda yang lebih baik / unggul untuk digunakan adalah metode pengeluaran. Hal ini disebabkan karena cara tersebut dapat memberikan keterangan – keterangan yang sangat berguna mengenai tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai.
Data pendapatan nasional yang dihitung dengan cara pengeluaran akan dapat memberi gambaran tentang :
a.Sampai dimana buruknya masalah ekonomi yang dihadapi atau sampai dimana baiknya tingkat pertumbuhan yang dicapai dan tingkat kemakmuran yang sedang dinikmati.
b.Memberikan informasi dan data yang dibutuhkan dalam analisis makroekonomi.
Data pendapatan nasional dan komponen – komponen data yang dihitung dengan cara pengeluaran dapat digunakan sebagai landasan untuk mengambil langkah – langkah dalam mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi.


2.Apa yang Anda ketahui tentang krisis ekonomi, sudah berapa kali Indonesia mengalami krisis yang relatif parah sehingga dirasakan dampaknya oleh masyarakat umum. Jelaskan berdasarkan teori dan fenomena yang terjadi di Indonesia.

Jawab:
Krisis ekonomi adalah suatu kondisi atau keadaan perekonomian dimana tidak baiknya atau dapat dikatakan buruknya suatu kondisi perekonomian suatu negara yang mengakibatkan melemahnya perekonomian negara tersebut. Krisis ekonomi juga disebut krisis finansial.
Indonesia mengalami krisis ekonomi yang relatif parah adalah pada tahun 1998. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia.
Selama periode sembilan bulan pertama 1998, tak pelak lagi merupakan periode paling hiruk pikuk dalam perekonomian. Krisis yang sudah berjalan enam bulan selama tahun 1997,berkembang semakin buruk dalam tempo cepat. Dampak krisis pun mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat, dunia usaha.
Dana Moneter Internasional (IMF) mulai turun tangan sejak Oktober 1997, namun terbukti tidak bisa segera memperbaiki stabilitas ekonomi dan rupiah. Bahkan situasi seperti lepas kendali, bagai layang-layang yang putus talinya. Krisis ekonomi Indonesia bahkan tercatat sebagai yang terparah di Asia Tenggara.
Seperti efek bola salju, krisis yang semula hanya berawal dari krisis nilai tukar baht di Thailand 2 Juli 1997, dalam tahun 1998 dengan cepat berkembang menjadi krisis ekonomi, berlanjut lagi krisis sosial kemudian ke krisis politik.
Akhirnya, dia juga berkembang menjadi krisis total yang melumpuhkan nyaris seluruh sendi-sendi kehidupan bangsa. Katakan, sektor apa di negara ini yang tidak goyah. Bahkan kursi atau tahta mantan Presiden Soeharto pun goyah, dan akhirnya dia tinggalkan.
Efek bola salju
Faktor yang mempercepat efek bola salju ini adalah menguapnya dengan cepat kepercayaan masyarakat, memburuknya kondisi kesehatan Presiden Soeharto memasuki tahun 1998, ketidakpastian suksesi kepemimpinan, sikap plin-plan pemerintah dalam pengambilan kebijakan, besarnya utang luar negeri yang segera jatuh tempo, situasi perdagangan internasional yang kurang menguntungkan, dan bencana alam La Nina yang membawa kekeringan terburuk dalam 50 tahun terakhir.
Dari total utang luar negeri per Maret 1998 yang mencapai 138 milyar dollar AS, sekitar 72,5 milyar dollar AS adalah utang swasta yang dua pertiganya jangka pendek, di mana sekitar 20 milyar dollar AS akan jatuh tempo dalam tahun 1998. Sementara pada saat itu cadangan devisa tinggal sekitar 14,44 milyar dollar AS.
Terpuruknya kepercayaan ke titik nol membuat rupiah yang ditutup pada level Rp 4.850/dollar AS pada tahun 1997, meluncur dengan cepat ke level sekitar Rp 17.000/dollar AS pada 22 Januari 1998, atau terdepresiasi lebih dari 80 persen sejak mata uang tersebut diambangkan 14 Agustus 1997.
Rupiah yang melayang, selain akibat meningkatnya permintaan dollar untuk membayar utang, juga sebagai reaksi terhadap angka-angka RAPBN 1998/ 1999 yang diumumkan 6 Januari 1998 dan dinilai tak realistis.
Krisis yang membuka borok-borok kerapuhan fundamental ekonomi ini dengan cepat merambah ke semua sektor. Anjloknya rupiah secara dramatis, menyebabkan pasar uang dan pasar modal juga rontok, bank-bank nasional dalam kesulitan besar dan peringkat internasional bank-bank besar bahkan juga surat utang pemerintah terus merosot ke level di bawah junk atau menjadi sampah.
Puluhan, bahkan ratusan perusahaan, mulai dari skala kecil hingga konglomerat, bertumbangan. Sekitar 70 persen lebih perusahaan yang tercatat di pasar modal juga insolvent atau nota bene bangkrut.
Sektor yang paling terpukul terutama adalah sektor konstruksi, manufaktur, dan perbankan, sehingga melahirkan gelombang besar pemutusan hubungan kerja (PHK). Pengangguran melonjak ke level yang belum pernah terjadi sejak akhir 1960-an, yakni sekitar 20 juta orang atau 20 persen lebih dari angkatan kerja.
Akibat PHK dan naiknya harga-harga dengan cepat ini, jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan juga meningkat mencapai sekitar 50 persen dari total penduduk. Sementara si kaya sibuk menyerbu toko-toko sembako dalam suasana kepanikan luar biasa, khawatir harga akan terus melonjak.
Pendapatan per kapita yang mencapai 1.155 dollar/kapita tahun 1996 dan 1.088 dollar/kapita tahun 1997, menciut menjadi 610 dollar/kapita tahun 1998, dan dua dari tiga penduduk Indonesia disebut Organisasi Buruh Internasional (ILO) dalam kondisi sangat miskin pada tahun 1999 jika ekonomi tak segera membaik.
Data Badan Pusat Statistik juga menunjukkan, perekonomian yang masih mencatat pertumbuhan positif 3,4 persen pada kuartal ketiga 1997 dan nol persen kuartal terakhir 1997, terus menciut tajam menjadi kontraksi sebesar 7,9 persen pada kuartal I 1998, 16,5 persen kuartal II 1998, dan 17,9 persen kuartal III 1998. Demikian pula laju inflasi hingga Agustus 1998 sudah 54,54 persen, dengan angka inflasi Februari mencapai 12,67 persen.
Di pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) anjlok ke titik terendah, 292,12 poin, pada 15 September 1998, dari 467,339 pada awal krisis 1 Juli 1997. Sementara kapitalisasi pasar menciut drastis dari Rp 226 trilyun menjadi Rp 196 trilyun pada awal Juli 1998.
Di pasar uang, dinaikkannya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) menjadi 70,8 persen dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) menjadi 60 persen pada Juli 1998 (dari masing-masing 10,87 persen dan 14,75 persen pada awal krisis), menyebabkan kesulitan bank semakin memuncak. Perbankan mengalami negative spread dan tak mampu menjalankan fungsinya sebagai pemasok dana ke sektor riil.
Di sisi lain, sektor ekspor yang diharapkan bisa menjadi penyelamat di tengah krisis, ternyata sama terpuruknya dan tak mampu memanfaatkan momentum depresiasi rupiah, akibat beban utang, ketergantungan besar pada komponen impor, kesulitan trade financing, dan persaingan ketat di pasar global.
Selama periode Januari-Juni 1998, ekspor migas anjlok sekitar 34,1 persen dibandingkan periode sama 1997, sementara ekspor nonmigas hanya tumbuh 5,36 persen.
Selain krisis ekonomi pada tahun 1998, krisis yang relatif parah yang dirasakan dampaknya oleh masyarakat umum adalah krisis global yang terjadi baru – baru ini (2007/2008). Krisis ini memiliki dampak negatif, tetapi karena net-ekspor (ekspor dikurangi impor) hanya menggerakkan sekitar 8% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia, maka dampaknya relatif kecil dibandingkan dengan negara tetangga yang ketergantungan ekspornya ke AS besar, misalnya Hong Kong, Singapura, dan Malaysia.
Seperti pada tahun 2001/2002, atau terakhir kali AS mengalami resesi, ada tiga negara di Asia yang tidak terlalu terpukul ekonominya: China, India, dan Indonesia. Ketiga negara ini memiliki penduduk yang banyak sehingga belanja masyarakatnya merupakan motor penggerak ekonomi yang kuat. Untuk ekonomi Indonesia, dampak negatif kenaikan harga bahan bakar minyak sebesar 125% pada 2005 jelas lebih besar dari pada dampak resesi ekonomi AS.


3.Menurut Anda apakah krisis global yang terjadi baru - baru ini ( tahun 2007/2008 ) merupakan krisis yang parah, sehingga perekonomian negara – negara maju ( Amerika Serikat dan Eropa ) terkena dampaknya. Bagaimana dampaknya terhadap negara – negara berkembang ( termasuk Indonesia )?, bagaimana sikap pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi dampak krisis global terhadap perekonomian Indonesia?
Jawab :
Menurut saya, krisis global yang terjadi baru – baru ini merupakan krisis yang parah karena menyebabkan krisis finansial yang melanda dunia sekarang. Krisis ini tidak hanya berdampak pada negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa tetapi juga memiliki dampak yang besar terhadap negara – negara berkembang termasuk Indonesia.
Krisis ini bermula dari macetnya kredit perumahan di AS, karena para pemilik rumah tak mampu membayar cicilan kredit. Itulah sebabnya dinamai subpime mortgage. Sub artinya di bawah, prime artinya prima atau bonafid, dan mortgage adalah semacam kredit perumahan.
Kemacetan itu merembet ke mana-mana. Bukan hanya kepada perusahaan yang terlibat dalam pemberian kredit, namun juga perusahaan penjaminan kredit dan asuransi kredit perusahaan subprime mortgage. Sebut saja Lehman Brothers dan Bear Stern, yakni perusahaan investment banking.
Selain itu, terpuruknya beberapa lembaga keuangan terbesar di dunia tersebut adalah indikasi bahwa permasalahan ekonomi AS dan dunia sekarang memang jauh lebih parah dari perkiraan kita sebelumnya.
Kepanikan investor dunia pun semakin parah. Bursa saham terjun bebas. Sejak awal 2008, bursa saham China anjlok 57%, India 52%, Indonesia 41% (sebelum kegiatannya dihentikan untuk sementara), dan zona Eropa 37%. Sementara pasar surat utang terpuruk, mata uang negara berkembang melemah dan harga komoditas anjlok, apalagi setelah para spekulator komoditas minyak menilai bahwa resesi ekonomi akan mengurangi konsumsi energi dunia.
Di Amerika Serikat, setelah melihat bursa saham Wall Street terus melorot, akhirnya kongres menyetujui program penyelamatan sektor keuangan (troubled asset recovery program- TARP) US$700 miliar yang diajukan oleh pemerintah. Namun, karena lamanya negosiasi politik antara pemerintah dan kongres, investor kecewa melihat politikus di Washington tidak memiliki sense of crisis.
Dampak Krisis Global terhadap Negara Berkembang termasuk Indonesia.
Seperti apa yang saya jelaskan diatas, efek dari krisis ekonomi dan financial di AS itu, kini merambat ke negara-negara di Asia dan Eropa, Jepang, dan Singapura. Dan bukan hanya negara maju yang mengalami dampak krisis ini. Negara-negara berkembang pun, ikut terkena imbasnya.
Krisis tidak hanya pada sistem perbankan global, namun sudah mempengaruhi sektor riil ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Karena sektor perbankan AS sedang terpuruk, kekurangan modal, dan (melihat banyaknya lembaga keuangan yang bangkrut) enggan meminjamkan dolarnya, termasuk ke bank-bank internasional di Eropa dan Asia. Akibatnya, perbankan internasional kekurangan dolar untuk memberi pinjaman kepada para pengusaha dunia, yang membutuhkan dolar untuk investasinya (untuk impor mesin, bahan baku, dan sebagainya), termasuk di Indonesia.
Krisis financial global dan lumpuhnya sistem perbankan global yang berlarut-larut, berdampak negatif terhadap Indonesia. Ini terjadi, karena pembiayaan kegiatan investasi di Indonesia (baik oleh usaha dalam maupun luar negeri) akan terus menciut, penyerapan tenaga kerja melambat, yang pada akhirnya menyebabkan daya beli masyarakat turun, sehingga akan menurunkan pula pertumbuhan ekonomi. Dalam situasi seperti ini, yang biasa dilakukan adalah efisiensi, dimana bisa jadi, hal tersebut ditempuh melalui pemutusan hubungan kerja (PHK). Itu adalah konsekuensi, karena daya saing produk terus berkurang, sementara biaya produksi meningkat.
Indonesia pun sudah merasakan imbas krisis global terhadap industri nasional, diantaranya PHK itu tadi, yang terus menggelombang dalam beberapa waktu terakhir. Guna mencegah itu, pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, yang menghimbau pemerintah daerah, agar tidak menaikkan Upah Minimum Regional (UMR) lebih dari 6%. Namun SKB itu menuai banyak protes dari buruh, sehingga akhirnya direvisi.
Dalam kenyataannya, perusahaan eksportir kita telah merasakan sebagian dampak negatif krisis, sejak beberapa bulan yang lalu, dimana sebagian besar order ekspor telah mengalami pengurangan. Selain itu, beberapa produsen tekstil juga belum menerima order untuk delivery tahun depan dan pembatalan order juga semakin sering terjadi. Tak hanya bidang tekstil, namun juga perkebunan kelapa sawit, konstruksi, dan properti.
Untuk arus impor, sebenarnya bisa terjadi penurunan dan juga kenaikan. Penurunan impor terjadi, khususnya yang berkaitan dengan impor bahan baku dari luar negeri, mengingat terjadi penurunan nilai tukar rupiah. Namun kenaikan impor juga bisa terjadi, karena akan ada gelombang impor besar-besaran produk, khusunya dari Cina, yang kehilangan sebagian besar pasarnya di AS dan Eropa.Cina, tentu terus berusaha semaksimal mungkin untuk mengalihkan ekspor ke berbagai negara, termasuk Indonesia, yang dianggap sebagai potential market.
Sikap Pemerintah Indonesia dalam Mengantisipasi Dampak Krisis Global terhadap Perekonomian Indonesia

Maraknya kasus krisis keuangan Amerika Serikat menyebabkan masalah global keuangan dunia. Untuk mengatasi hal itu, Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sepuluh arahan, dan Susilo Bambang Yudhoyono tetap optimis “Ekonomi Asia akan tetap baik”.

Berikut ini merupakan sepuluh arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu:
1.Semua kalangan tetap optimis, dan bersinergi menghadapi krisis keuangan, untuk memelihara momentum pertumbuhan dan mengelola serta mengatasi dampak krisis itu.
2.Tetap pertahankan nilai pertumbuhan 6% yang ditargetkan tahun ini. Yang perlu dijaga adalah komponen permintaan, konsumsi, pembelanjaan pemerintah, investasi, ekspor dan impor. Memanfaatkan perekonomian domestik dan mengambil pelajaran dari krisis tahun 1998 dimana sabuk pengaman perekonomian domestik adalah sektor UMKM, pertanian, dan sektor informal,” ujar dia.
3.Optimalisasi APBN 2009 untuk memacu pertumbuhan dan membangun social safety net dengan sejumlah hal yang harus diperhatikan yaitu infrastruktur, alokasi penanganan kemiskinan, ketersediaan listrik serta pangan dan BBM.
4.Dunia usaha khususnya sektor riil harus tetap bergerak meskipun ekspansi bisa berkurang akibat krisis ini.”Pajak dan penerimaan negara tetap terjaga agar pengangguran tidak bertambah. Kewajiban BI dengan jajaran perbankan adalah mengembangkan kebijakan agar kredit dan likuiditas tersedia agar sektor riil bergerak. Kewajiban pemerintah mengeluarkan kebijakan regulasi iklim dan insentif agar sektor riil tetap bergerak. “Kewajiban swasta lebih adaptif dan terus mempertahankan kinerja, tetap mencari peluang dan share the hardshift.
5.Semua pihak agar cerdas menangkap peluang untuk melakukan persaingan dan kerjasama ekonomi dengan negara sahabat. “Ekonomi asia akan tetap baik, pasar di AS dan Eropa akan lebih tertutup dan melemah untuk ekspor. Buat produk Indonesia lebih kompetif.
6.Galakkan kembali penggunaan produk dalam negeri sehingga pasar domestik akan bertambah kuat. “Menteri berikan insentif dan disinsentif agar kita tetap menggunakan produksi dalam negeri. Cegah dumping barang luar negeri belok ke pasar dalam negeri
7.Tingkatkan sikap profesionalisme. Jajaran pemerintah khususnya memperkokoh sinergi dan kemitraan atau partnership dengan jajaran perbankan dan swasta. “Cegah dan hilangkan buruk sangka atau kecurigaan. Semua berperan penting. Jika ada masalah selesaikan dengan baik.
8.Kerja sama dalam menghadapi masalah. Semua kalangan diminta menghindari sikap egosektoral dan memandang remeh masalah yang dihadapi.
9.Tidak melakukan langkah non partisan. Berkaitan dengan pada 2008 dan 2009 merupakan tahun politik dan tahun pemilu, namun Presiden meminta semua kalangan tak melakukan langkah non partisan.
10.Komunikasi yang bijak. Semua pihak diminta melakukan komunikasi dengan tepat dan bijak kepada rakyat.


4.Apa yang dimaksud dengan nilai tukar mata uang dan sistem devisa. Ada berapa macam sistem nilai tukar dan devisa yang berlaku di Indonesia, sistem nilai tukar dan devisa mana menurut Anda yang terbaik untuk diterapkan di Indonesia, mengapa ?
Jawab :
Nilai tukar mata uang adalah harga suatu mata uang terhadap mata uang lainnya atau nilai dari suatu mata uang terhadap nilai mata uang lainnya (Salvatore 1997:9).
Sistem devisa adalah sistem yang mengatur pergerakan lalu lintas semua barang yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran internasional dari suatu negara ke negara lain.
Sistem Nilai Tukar yang Berlaku di Indonesia

Sistem nilai tukar yang ditentukan oleh pemerintah, ada beberapa jenis, antara lain :
a. Sistem nilai tukar tetap (Fixed exchange rate system)
Kurs suatu mata uang (rupiah) terhadap mata uang lain (dolar) ditetapkan pada nilai tertentu.
Pada kurs ini bank sentral akan siap sedia melayani seluruh kebutuhan devisa yang diperlukan oleh pasar. Apabila tingkat kurs tersebut tidak lagi dapat dipertahankan, maka bank sentral melakukan ” devaluasi ” atau ”revaluasi” atas tingkat kurs yang ditetapkan.
Penetapan nilai kurs tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
•Pegged to a currency, apabila kurs ditetapkan terhadap suatu mata uang lain.
•Pegged to a basket, apabila kurs ditetapkan terhadap sekeranjang mata uang lain dengan bobot tertentu sesuai dengan besarnya hubungan perdagangan dan investasi.
•Currency board system, apabila penetapan kurs tersebut dibarengi dengan pembatasan bagi bank sentral dalam mengedarkan uang sebesar ( nilai ekuivalen ) cadangan devisa yang dimilikinya.
b. Sistem nilai tukar mengambang bebas (Freely floating exchange rate system.)
Kurs dibiarkan bergerak sesuai dengan kekuatan permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar. Bank sentral dapat melakukan intervensi di pasar valas untuk mempengaruhi pergerakan kurs di pasar, akan tetapi umumnya hanya dilakukan pada saat – saat tertentu misalnya bila terjadi gejolak kurs yang berlebihan dalam waktu yang sangat singkat.

c. Sistem Nilai Tukar Mengambang Terkendali (Managed floating exchange rate system.)

Sistem nilai tukar yang terletak diantara fixed system dan freely floating, tetapi mempunyai kesamaan dengan fixed exchange system, yaitu pemerintah bisa melakukan intervensi untuk menjaga supaya nilai mata uang tidak berubah terlalu banyak dan tetap dalam arah tertentu. Sedangkan bedanya dengan free floating, managed float masih lebih fleksibel terhadap suatu mata uang. Lalu menurut Krugman dan Obstfeld (2000:485), managed floating exchange rate system adalah sebuah sistem dimana pemerintah mengatur perubahan nilai tukar tanpa bermaksud untuk membuat nilai tukar dalam kondisi tetap.
•Apabila kurs bergerak menembus batas atas atau batas bawah dari pita intervensi, secara otomatis bank sentral akan membeli atau menjual devisa yang diperlukan oleh pasar sehingga kurs bergerak dalam batas pita intervensi.
•Penetapan lebarnya pita intervensi tergantung pada besarnya cadangan devisa yang dimiliki serta kemungkinan kebutuhan yang terjadi dipasar. Umumnya akan disesuaikan dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan cadangan devisa dan volume transaksi di pasar valas.
d. Pegged exchange rate system
Sistem nilai tukar dimana nilai tukar mata uang domestik dipatok secara tetap terhadap mata uang asing.
Sistem Devisa yang Berlaku di Indonesia

Pada dasarnya ada tiga sistem devisa, yaitu :
- Sistem Devisa Bebas
- Sistem Devisa Kontrol
- Sistem Devisa Semi Bebas
1. Sistem Devisa Bebas
Yaitu sistem lalu lintas devisa yang meliputi perpindahan aset dan kewajiban finasial antara penduduk/resident dan non penduduk/non resident termasuk aset dan kewajiban luar negeri antar penduduk, dimana setiap penduduk bebas memiliki dan menggunakan devisa.
Artinya : Pada dasar pengertian memiliki adalah tidak adanya pembatasan dalam jumlah pembelian dan penjualan mata uang asing antara penduduk dan atau non penduduk termasuk kewajiban menjual devisa kepada negara. Dan dalam hal menggunakan devisa artinya bebas melakukan kegiatan penggunaaan devisa a.l untuk perdagangan internasional, transaksi di pasar uang dan transaksi di pasar modal.
Dalam prakteknya, suatu negara walaupun menganut sistem devisa bebas, pada saat tertentu, misalnya dalam konteks Indonesia seperti pada serbuan spekulan asing pada tahun 1998 atau peristiwa sebelumnya dimana Rupiah banyak ditransaksikan di luar negeri antara tahun 1995- 1997 dimana banyak terjadi penawaran kredit rupiah atau yang dikenal dengan Rupiah Offshore dari Singapura, maka Pemerintah pada waktu itu melakukan sistem devisa terkontrol yaitu dengan membatasi pembelian forward maksimal USD 3 juta per bank untuk meredam tindakan spekulasi dan melarang bank untuk meminjam Rupiah Offshore ini dari Singapura, agar rupiah yang beredar di luar negeri dapat dikontrol.
Jadi sistem devisa bebas pada dasarnya menuntut suatu negara memiliki cadangan devisa yang cukup kuat sehingga pada waktu terjadi gelombang penjualan mata uangnya dapat di counter dengan penjualan cadangan devisa dalam jumlah besar (disebut dengan intervensi bank sentral) untuk meredam penurunan nilai mata uang negara tersebut. Suatu negara yang memiliki cadangan devisa yang kuat (bisa dikatakan memiliki fundamental ekonomi yang kuat) ditambah kecilnya hutang luar negeri, maka mata uangnya cenderung untuk menguat dan akan ditakuti oleh spekulator karena banyaknya amunisi (dalam bentuk cadangan USD, Euro, Emas dll) dalam pertempuran di pasar valas jika spekulator mencoba untuk menggoyang mata uang negara tersebut. Contoh yang aktual adalah beberapa hari ini terjadi penurunan cadangan devisa BI, antara lain dipakai untuk intervensi pembelian rupiah terhadap dollar yang terperosok hingga 10.300. Akibat intervensi ini rupiah kembali stabil di level 9700-9800.
Dalam hal cadangan devisa kita lemah dan terjadinya spekulasi asing karena mengetahui banyaknya hutang jatuh tempo dan posisi short USD akibat pinjaman rupiah offshore dan pemerintah tidak mampu meredam serbuan asing maka terjadilah depresiasi yang luar biasa sehingga mata uang
rupiah contohnya pada tahun 1999 mencapai 16,000. Disinilah letak kelemahan sistem devisa bebas, karena pemerintah tidak berhak untuk mengontrol aktivitas penduduk dan non penduduk dalam melakukan spekulasi sehingga terkadang posisi pembeliannya melewati batas kemampuan suatu negara dalam mencegah kejatuhan nilai mata uangnya. Pada akhirnya, melemahnya nilai rupiah ini berdampak pada imported inflation yang menaikkan harga harga impor atau barang jadi semi impor seperti mobil, elektronik, dll yang membuat beban masyarakat semakin berat karena naiknya cost of living akibat imported inflation ini.
2.Sistem Devisa Kontrol
Karena definisi dari sistem devisa bebas telah disebutkan di atas maka sistem devisa terkontrol adalah sebaliknya dimana pemerintah menerapkan sistem lalu lintas devisa secara terkontrol dengan aturan aturan tertentu yang disuaikan dengan kepentingan negara yang bersangkutan. Contoh yang nyata adalah Malaysia dan dalam beberapa pengertian Singapura termasuk, karena Singapura sejak lama memberlakukan pembatasan maksimal pembelian atau penjualan Singapore Dollar sebanyak SGD 5 juta. Diatas itu maka nasabah wajib lapor ke Bank Sentral Singapura yang dikenal dengan nama MAS (Monetary Authority of Singapore). Dengan demikian, pembelian atau penjualan dalam jumlah banyak SGD (terutama untuk tindakan spekulasi), sudah dapat dideteksi sejak awal oleh MAS. Disinilah cerdiknya pemerintah Singapura dalam meredam tindakan spekulator yang akan menghancurkan suatu negara diatasi dengan membuat peraturan yang sangat ketat dalam permainan valas. Oleh karena itu kita bisa melihat bahwa nilai mata uang SGD tetap stabil dalam waktu ke waktu, selain memang pemerintah Singapura memiliki cadangan devisa yang sangat kuat (USD 100 milyard).
Dalam hal Malaysia, sebenarnya melakukan kombinasi sistem devisa yaitu Currency Board System dan Sistem Devisa Terkontrol. Currency Board System diberlakukan sekitar mulai tahun 1990-an dengan menetapkan nilai range minimum dan maksimum MYR (Malasian Ringgit) yang boleh diperdagangkan dan ditetapkan Bank Negara (Bank Sentral Malaysia). Dan Sistem Devisa Terkontrol mulai diberlakukan tahun 1998, pada waktu terjadi serbuan spekulator di Asia Tenggara, melakukan tindakan aturan sandera MYR antara lain dengan mengatakan bahwa semua MYR yang beredar di luar negeri (MYR Offshore) dinyatakan tidak laku, kecuali dikembalikan kepada Bank Negara (Bank Sentral Malaysia).
Tindakan ini mengharuskan spekulator untuk menjual kembali USD terhadap MYR sehingga MYR akhirnya selamat dari serbuan asing. Jadi tindakan sistem devisa terkontrol ini, telah menyelamatkan Malaysia dan Singapura dari krisis keuangan tahun 1998 dan relatif mengalami dampak yang kecil terhadap gelombang spekulasi.
3.Sistem Devisa Semi Bebas
Pada sistem devisa semi bebas, untuk perolehan dan penggunaan devisa – devisa tertentu wajib diserahkan dan mendapat izin dari negara, sementara jenis devisa lainnya dapat secara bebas diperoleh dan dipergunakan. Sistem ini pernah diterapkan di Indonesia berdasarkan Perpu No.64 Tahun 1970.
Perolehan dan penggunaan DHE wajib diserahkan ke dsn mendapat izin dari Bank Indonesia, sementara untuk DU dapat secara bebas diperoleh dan dipergunakan. Administrasi perolehan dan penggunaan DHE dilakukan oleh Bank Indonesia.
Menurut saya sistem nilai tukar yang terbaik untuk diterapkan di Indonesia adalah sistem Nilai Tukar Mengambang Bebas, dimana pemerintah tidak mencampuri tingkat nilai tukar sama sekali sehingga nilai tukar diserahkan pada permintaan dan penawaran valuta asing. Penerapan sistem ini dimaksudkan untuk mencapai penyesuaian yang lebih berkesinambungan pada posisi keseimbangan eksternal (external equilibrium position.)
Selain alasan diatas, alasan lain nilai tukar mengambang bebas ini adalah sistem yang terbaik untuk diterapkan di Indonesia karena :
•Tidak memerlukan cadangan devisa yang besar karena bank sentral tidak arus mempertahankan kurs pada suatu level tertentu.
•Dapat menciptakan disiplin mekanisme pasar karena ketidakseimbangan permintaan dan penawaran valas akan disesuaikan sendiri dalam bentuk kurs yang terjadi di pasar.
Sedangkan sistem devisa yang terbaik untuk diterapkan di Indonesia adalah Sistem Devisa Bebas yang sekarang masih dianut oleh Indonesia.
Saya mengatakan demikian karena walaupun sebenarnya sistem devisa bebas dilakukan oleh negara yang memiliki devisa yang kuat tapi Indonesia mampu untuk menerapkan sistem devisa bebas tersebut. Hal ini dikarenakan permasalahan yang timbul akibat Penerapan PP No 1 tahun 1982 yang telah mengalami perubahan sehingga berlakulah UU No 24 tahun 1999 tentang lalu lintas devisa dan sistem nilai tukar.
UU No 24 tahun 1999 mengatur :
•Sistem devisa yang dianut Indonesia adalah sistem devisa bebas. Artinya setiap penduduk dapat degan bebas memiliki dan menggunakan devisa.
•Ada kewajiban untuk monitoring lalu lintas devisa. BI diberi kewenangan untuk melakukan monitoring devisa ini.
•Dalam PBI tersebut diatur kewajiban pelaporan bagi setiap lalu lintas devisa oleh dan melalui bank dan lembaga keuangan lainnya mulai Maret 2000. Untuk transaksi diatas USD 10,000 dilaporkan per transaksi, sementara untuk transaksi di bawah $ 10,000 dilaporkan secara gabungan. Dalam laporan tersebut dicantumkan tujuan dari transaksi devisa yang bersangkutan (ekspor/impor, utang luar negeri)
Selain itu, sistem devisa bebas baik untuk diterapkan karena :
•Akses ke sumber pendanaan keuangan luar negeri.
•Akses pelaku ekonomi domestik untuk melakukan investasi global dan transaksi aset secara internasional.
•Alokasi sumber – sumber daya dalam perekonomian melalui kompetisi untuk finansial ressources.
•Ketersediaa sumber – sumber pendanaan bagi investasi domestik, finance trade, dan kegiatan perekonomian lainnya.
•Efisiensi lembaga – lembaga keuangan domestik melalui diseminasi pengaruh kompetisi dengan lembaga keuangan internasional.
•Memacu otoritas moneter untuk terus melahirkan ”good policy” yang kredibel berdasarkan kebijaksanaan yang berorientasi kepada standar efisien perekonomian dunia.


5.Dalam terminologi perubahan nilai tukar dikenal istilah – istilah depresiasi, apresiasi, devaluasi, dan revaluasi. Apa maksud istilah – istilah tersebut, bahaslah beserta contoh (jika memungkinkan).
Jawab :
Depresiasi
Pengurangan nilai mata uang suatu negara di pasaran luar negeri yang disebabkan oleh perubahan permintaan dan penawaran mata uang dalam pasaran valuta asing. Perubahan tersebut berlaku secara otomatis tanpa dilakukan oleh pemerintah. Dalam bahasa Inggris istilahnya adalah : currency depreciation.
Apresiasi
Peningkatan nilai mata uang domestik suatu negara di pasaran luar negeri yang disebabkan oleh perubahan permintaan dan penawaran mata uang dalam pasaran valuta asing. Perubahan tersebut berlaku secara otomatis tanpa dilakukan oleh pemerintah. Dalam bahasa Inggris istilahnya adalah : appreciation of currency.
Devaluasi
Kebijakan pemerintah untuk menurunkan nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang asing ( valuta asing ). Langkah seperti ini dilakukan untuk memperbaiki neraca pembayaran.
Keuntungan dari melakukan devaluasi adalah membuat harga barang – barang ekspor menjadi lebih murah sebaliknya harga barang impor menjadi lebih mahal. Devaluasi membuat peningkatan ekspor, net ekspor ( ekspor dikurangi dengan impor ) dan pendapatan nasional sedangkan kerugian dari devaluasi yang utama adalah membuat cost foreign currency loans lebih besar dari jumlah dollar yang dibayarkan untuk menutup pinjaman dalam mata uang asing juga lebih banyak.
Contoh :
Misalkan pada mulanya 1 dollar US sama dengan Rp. 7.500. Apabila kurs itu diubah pemerintah menjadi US$1 = Rp. 10.000 maka dikatakan bahwa Indonesia telah mendevaluasi mata uangnya. Dengan kurs pertukaran yang baru, dibutuhkan lebih banyak rupiah untuk memperoleh satu dollar Amerika Serikat.
Efek – efek yang mungkin ditimbulkan oleh devaluasi adalah :
a. Ekspor akan bertambah.
b. Impor akan berkurang karena barang luar negeri menjdi lebih mahal.
c. Kenaikan ekspor dan pengurangan impor akan memperbaiki neraca pembayaran.
d. Pendapatan nasional akan bertambah.
e. Mungkin inflasi berlaku, yaitu apabila kenaikan harga barang – barang impor akan mendorong kepa wujudnya kenaikan harga – harga barang produksi dalam negeri.
f. Di luar negeri mungkin negara – negara lain melakukan langkah balasan dengan menggunakan halangan perdagangan impor atau dengan melakukan devaluasi.
Syarat yang dibutuhkan untuk menyukseskan devaluasi adalah :
a. Ekspor negara yang elastis.
b. Permintaan impor negara itu adalah elastis.
c. Di dalam negeri tidak berlaku inflasi.
d. Negara lain tidak melakukan reaksi balasan dan melakukan devaluasi pula.
Revaluasi
Kebijakan pemerintah untuk menaikkan nilai tukar mata uang domestik terhadap nilai tukar negara lain.
Keuntungan dari melakukan revaluasi adalah biaya meminjam dalam mata uang asing lebih murah, sedangkan kerugiannya yang utama adalah menyebabkan produk domestik menjadi lebih mahal dalam mata uang asing dan impor menjadi lebih murah dalam mata uang domestik.
Jatuhnya nilai mata uang tertentu terhadap mata uang lain bisa disebabkan oleh berbagai faktor.
Contoh :
Misalkan pada mulanya 1 dollar US sama dengan Rp. 10.000. Apabila kurs itu diubah pemerintah menjadi US$1 = Rp. 7.500 maka dikatakan bahwa Indonesia telah merevaluasi mata uangnya. Dengan kurs pertukaran yang baru, dibutuhkan lebih sedikit rupiah untuk memperoleh satu dollar Amerika Serikat.







DAFTAR PUSTAKA


Muelgini, Yoke. 2009. Sistem Devisa dan Nilai Tukar: Teori dan Kebijakan di Indonesia. Lampung : Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK)

Sukirno, Sadono.2006. Makroekonomi Teori Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

http://www.blog-indonesia.com/blog-archive-6583-109.html
http://www.crayonpedia.org/mw/Pengertian_dan_Fungsi_dan_Jenis-jenis.html

http://www.didik2h.web.ugm.ac.id/upload/Dampak_Krisis_Keuangan_Global.pdf

http://www.ekonomi161.blogspot.com/2009/08/3-metode-menghitung-pendapatan-nasional.html

http://www.herastu.wordpress.com/2008/11/09/sistem-devisa/

http://www.jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/nilai-tukar-mata-uang-faktor-faktor.html

http://www.jurnal-sdm.blogspot.com/2009/09/devaluasi-dan-revaluasi kebijakan.html

http://www.kjksmadani.wordpress.com/2009/02/04/dampak-krisis-keuangan-global/

http ://www.mie.unja.ac.id/pustaka/bahanepb.doc
http://www. purple24white.blogspot.com/2008/11/dampak-krisis-global-terhadap.html

http://www.putracenter.wordpress.com/2009/09/23/perkembangan-kebijakan-sistem-nilai-tukar-di-indonesia/

http://www.seasite.niu.edu/indonesian/Reformasi/Krisis_ekonomi.html
http://www.tiaraputri.wordpress.com/2010/01/09/pendapatan-nasional-dan-pendapatan-perkapita/

http://www.tpkkoja.co.id/modules.php?name=News&file=print&sid=12

http://www.wahdisblog.blogspot.com/2007/11/krisis-ekonomi-jilid-2.html
http://www.yuskos.files.wordpress.com/2008/03/pendapatan-n

Rabu, 02 Juni 2010

Merindukan U. . .

Menatap. .
Mencari. .
Dan melihat. . .
Berharap ada satu sosok yg sangat Q kenal berada disana. . . .
Walau tak berani menyapa. . .
Tapi,,cukup U berada disana. .
Cukup berada di tempt it tanpa melakukan apa2. . .
It sudah cukup bgi Q. . .
Tak maslah bgi Q jika U tak mengenal Q. .Asal U tak berada jauh dan mata Q mash bisa menjangkau mu, . .
It sangt membwt Q senang. . .
Walau hanya sebatas it. . :'(

taukah U slalu ad harap u/ melihat U ditempat yg sama , . .
Sepertiny it tak kan pernah terjadi lagi. .
Sekarang. .
Q coba tata diri tuk melupakan sgala tentang U. .
Dan menjadi diri Q sendiri tanpa byang U. . .

Minggu, 23 Mei 2010

Penyakit Tanaman

TUGAS
DASAR – DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN
”Penyakit Tanaman”


Oleh :
Despa Eka Susanti
05081004029



PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

INDERALAYA
2010



Tulis contoh – contoh penyakit tanaman yang masing – masing disebabkan oleh jamur, bakteri, dan virus ( bedakan antara tanaman perkebunan, tanaman hortikultura, dan tanaman pangan ).
Jawab :

1. Penyakit yang disebabkan oleh Jamur

a. Tanaman Perkebunan
• Penyakit Blas pada Kelapa Sawit (Phytium splendens)
Penyakit blas pada kelapa sawit sebenarnya merupakan penyakit akar, tetapi gejala yang terlihat pada bagian atasnya merupakan gejala blas yaitu menguning dan mengeringnya daun secara cepat yang disusul dengan kematian tanaman. Gejala awal berupa penghambatan pertumbuhan disusul dengan klorosis dan nekrosis yang berawal dari ujung daun dan terus menjalar ke bawah. Dalam beberapa hari tanaman tersebut mati dan jika dibongkar maka akan terlihat bagian perakarannya yang sudah membusuk. Tanaman kelapa sawit yang terserang kebanyakan masih muda dan infeksi sering muncul di pembibitan, meskipun tanaman yang sudah agak tua pun dapat terserang. Pembibitan kelapa sawit di polibag biasanya dapat menekan persentase penyakit karena penularan antar bibit dapat dihambat.
Penyebab blas pada kelapa sawit adalah Phytium splendens.
• Penyakit busuk buah pada kakao (Phytophthora palmivora)
Penyakit busuk buah pada kakao ini juga disebut penyakit busuk hitam buah kakao karena karakteristik gejalanya yakni buah yang terserang selain membusuk juga berwarna hitam. Phytophthora palmivora ini tidak hanya menyerang buah tetapi juga bagian lain dari tanaman kakao, tetapi karena kerusakan lebih menonjol pada buah maka lebih dikenal sebagai penyakit busuk buah.
• Penyakit busuk pangkal batang pada lada (Phytophthora palminovora)
Sebenarnya pada tanaman lada dikenal dua penyakit utama yang menyebabkan layu diantaranya layu cepat dan layu lambat. Namun, justru penyakit layu cepat atau yang dikenal BPBL ini yang lebih banyak merusak tanaman lada. Penyakit Busuk Pangkal Batang Lada ini disebabkan oleh jamur patogen Phytophthora capsici. Kadang, petani seringkali terkecoh dan sulit membedakan gejala antara penyakit layu lambat dengan layu cepat tersebut. Padahal identifikasi gejala ini merupakan bagian penting dalam menentukan penyakit yang menyerang tanaman lada. Dan hal ini sangat mempengaruhi bagaimana cara dan strategi pengendaliannya. Gejala layu akibat serangan patogen busuk pangkal batang biasanya nampak seperti tanaman kekeringan, sedangkan akibat penyakit kuning, ditunjukkan dengan daun menggantung kaku dan makin lama makin mengarah ke batang tanaman.
Penyakit P. Palmivora biasanya menyerang tanaman bagian pangkal batang dan akar. Namun dalam keadaan tertentu dapat juga menyerang bagian daun, cabang dan buah. Infeksi pada bagian pangkal batang biasanya terjadi kurang lebih setinggi 30 – 35 cm dari permukaan tanah. Serangan terbesar biasanya terjadi pada saat musim hujan. Karena pada saat itu, cuaca yang ada sangat mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan patogen pada tanaman. Penampakannya bisa kita lihat apabila pangkal batang diiris secara membujur terlihat garis-garis yang berwarna coklat kehitam-hitaman dan kemudian membusuk. Gejala serangan dini pada bagian batang maupun akar sulit diketahui. Gejala yang khas dari penyakit ini adalah kelayuan tanaman. Infeksi pada pangkal batang menyebabkan terjadinya perubahan wana kulit menjadi hitam. Pada keadaan lembab, gejala hitam tersebut nampak seperti berlendir berwarna agak biru. Kulit pangkal batang tersebut kadang-kadang terlepas dan tinggal jaringan pembuluh yang berwarna coklat. Daun-daun yang layu seringkali tetap tergantung dan berubah warna coklat sampai hitam.
• Kanker pada Kakao (Ceratocystis fimbriata)
Gejalanya berupa kanker pada batang dan ranting. Kanker tersebut bewarna coklat gelap dan terlihat cekung dibandingkan bagian di sekelilingnya yang sehat. Tidak jarang bagian yang terinfeksi tsb retak – retak. Jika kulit dikupas, maka pada kayu akan terlihat bercak – bercak berwarna abu – abu keunguan atau kemerahan. Daun pada batang atau ranting yang terserang akan layu kemudian mengering tetapi tetap tergantung pada tangkai. Penyebab penyakit ini adalah Ceratocystis fimbriata.
• Penyakit busuk akar hitam pada teh (Rosellinia arcuata)
Pada tanaman muda, infeksi dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat sehingga seluruh daun tidak sempat gugur dan tetap menempel pada ranting – rantingnya. Jika tanaman dibongkar maka pada bagian akar terlihat tertutup oleh jalinan miselia yang berwarna hitam. Kulit akar dan jaringan di bawah jalinan miselia tersebut membusuk. Infeksi pada tanaman tua dapat menyebabkan kematian pada sebagian dari cabang yang berasosiasi dengan akar yang terserang. Penyebab penyakit ini adalah Rosellinia arcuata.
• Penyakit hawar daun Amerika Selatan pada Karet (Mycrocyclus ulei)
Gejala sangat dominan pada daun. Pada daun muda yang terinfeksimuncul bercak dengan permukaan penuh konidua sehingga tampak seperti bertepung. Setelah bercak berkembang daun muda tersebut akan segera gugur. Pada daun tua menghasilkan bercak berwarna hijau gelap dan dari bercak tersebut tumbuh konidiofor dan konidia. Jika daun tidak gugur maka pada permukaan bawahnya akan terbentuk pustol – pustol yang sebenarnya merupakan pseudotesium dengan askus dan askosporanya. Penyebab penyakit ini adalah Mycrocyclus ulei.
• Penyakit busuk pangkal batang kelapa sawit (Ganoderma boninense)
Infeksi berkembang di dalam batang sehingga stadia awal dari perkembangan penyakit sulit dideteksi. Gejala luar yang paling awal terlihat adalah kelayuan daum menyeluruh dan terlihat seperti kekurangan hara dan air. Penyebab penyakit ini adalah Ganoderma boninense.
• Penyakit busuk batang atas pada Kelapa Sawit (Phellinus noxius)
Infeksi biasanya terjadi pada tanaman yang sudah berumur tahunan (>10 tahun) dan dapat terjadi di berbagai ketinggian pada batang. Gejala yang khas berupa busuk dan patahnya batang bagian atas, kira – kira 1 meter di bawah tandan tertua. Penyebab penyakit ini adalah Phellinus noxius.

b. Tanaman Hortikultura
• Penyakit akar gada pada kubis.

Penyakit akar bengkak (clubroot atau finger-and-toe) di Indonesia dikenal dengan nama seperti kasakit beutian, gondok tangkal, engkol beutian (Bahasa Sunda = red), akar gada, akar kaki gajah dan akar pekuk. Penyakit bengkak akar ini sebenarnya disebabkan oleh jamur Plasmiodiophora brassicae Wor. Kelas Plasmidiophoramycetes. Masalah penyakit akar bengkak tidak hanya menjadi penyakit utama di negara kita saja tetapi juga merupakan masalah yang dihadapi oleh berbagai petani kubis di dunia.

Penyakit akar bengkak ini pertama kali ditemukan dan diteliti oleh Woronim di Rusia tahun 1872, sehingga tidak mengherankan nama penyebabnya pun menggunakan namanya. Penyebarannya yang sangat cepat telah menyebabkan serangannya tersebar di hampir seluruh dunia. Adapun serangan penyakit ini ditemukan pertama kali di Indonesia tahun 1979 (Semangun,1991).
Gejala tanaman kubis yang terserang oleh P. brassicae akan jelas terlihat pada keadaan cuaca panas atau siang hari yang terik yang ditandai dengan penampakkan daun-daun layu seperti kekurangan air. Namun bila malam hari atau pagi hari, tanaman kubis nampak segar kembali. Bila keadaan tersebut dibiarkan maka lambat laun pertumbuhan tanaman terhambat sehingga tanaman menjadi kerdil. Pada stadia selanjutnya tanaman kubis yang terserang tersebut tidak dapat membentuk krop yang akhirnya mati. Akar yang terinfeksi penyakit akar gada mengadakan reaksi dengan pembelahan dan pembesaran sel, akibatnya pada kar kubis terbentuk banyak bintil. Bintil-bintil tersebut lama kelamaan bersatu sehingga menjadi bengkakan memanjang yang mirip dengan batang (gada). Rusaknya susunan jaringan akar menyebabkan rusaknya jaringan pengangkutan, sehingga pengangkutan air dan nutrisi dari tanah menjadi terganggu. Suatu hal yang sangat luar biasa dari penyakit ini adalah bahwa daur penyakit P. brassicae dapat bertahan dalam tanah selama 10 tahun atau lebih meskipun disitu tidak terdapat tumbuhan inang (Semangun, 1991).
• Penyakit Rebah Kecambah
Gejala dapat bermacam-macam tergantung dari umur dan stadia perkembangan semai jeruk. Biji menjadi busuk sebelum berkecambah atau sebelum muncul dipermukaan tanah. Biji yang terinfeksi ini menyebabkan kualitas biji jeruk buruk (daya kecambah rendah). Busuk pangkal batang pada perkembangan semai biji terutama pada bagian yang dekat dengan tanah. Rhizoctonia solani menyebabkan pembusukan semai yang dekat dengan permukaan tanah, bagian busuk berwarna coklat. Serangan Pythium sp. selalu dimulai dari ujung akar (akar pokok dan atau akar lateral). Serangan selalu dimulai dari bagian tanaman di dalam tanah. Serangan Pythium sp. menyebabkan tanaman menjadi layu dan kulit akar busuk basah. Disamping itu, daun atau tunas-tunas dapat terjangkit dengan gejala busuk coklat.

Bioekologi Penyakit ini hanya terjadi pada semaian batang-bawah dan penangkaran yang menggunakan tanah tercemar patogen atau yang tidak terkontrol kebersihannya. Patogen yang virulen bisa terbawa pada kulit biji atau pada media semai. Pada saat biji tumbuh, tunas dan akarnya adalah fase rentan bagi tanaman inang terhadap serangan patogen yang virulen dan saat yang tepat bagi patogen untuk melakukan penetrasi. Rhizoctonia solani mempunyai sclerotium berwarna coklat, tidak berkulit dan bentuknya tidak beraturan, pipih, biasanya terletak pada permukaan tumbuhan inang dan dihubungkan oleh benang-benang miselium berwarna coklat. Biji yang baru tumbuh memiliki jaringan muda yang rentan terjadi penyakit rebah kecambah akibat serangan Rhizoctonia solani yang dikenal polifag dan sering terdapat dalam tanah. Pythium mempunyai sporangium (konidium) bulat. Sporangium dapat berkecambah langsung membentuk hifa sehingga disebut konidium. Selain itu sporangium dapat berkecambah secara tidak langsung yaitu dengan membentuk zoospora yang mempunyai flagel. Pythium bersifat polifag terutama menyerang inang yang masih muda (semai) sehingga menyebabkan penyakit rebah kecambah. Fusarium sp. dapat bertahan lama dalam tanah dalam bentuk klamidospora (soil inhabitant). Penetrasi dapat terjadi pada ujung akar, berkembang tidak lama dalam jaringan parenkim kemudian menetap dan menginfeksi buah sehingga terdapat kemungkinan bahwa jamur terbawa oleh biji.
• Penyakit Busuk Lunak pada produk Hortikultura
Penyakit ini terutama pada buah, sayuran dan bunga yang berdaging. Penyakit ini sangat penting terutama selama penyimpanan, transportasi dan pemasaran produk. Disebabkan oleh Rhizopus sp.
• Penyakit busuk daun dan ranting pada cabai (Choanephora cucurbitarum)
Penyakit ini banyak ditemukan pada pertanaman cabai, terutama pada pertanaman yang pemeliharaannya kurang intensif. Infeksi pertama terjadi pada titik tumbuh, bunga dan pucuk daun kemudian menyebar ke bagian lain yang lebih tua. Pucuk daun yang terserang berubah warna dari hijau menjadi coklat kehitaman dan akhirnya membusuk. Penyebab penyakit ini adalah Choanephora cucurbitarum
• Penyakit busuk pangkal buah nenas (Ceratocystis paradoxa)
Gejala serangan pada buah biasanya berawal dari tangkai dan terus menjalar kebagian buah. Bagian buah yang terinfeksi akan membusuk, lunak, dan berwarna kuning pada awalnya kemudian berubah menjadi berwarna hitam. Pembusukan ini disertai dengan keluarnya bau yng khas. Penyebabnya adalah Ceratocystis paradoxa.
• Penyakit bercak daun kacang tanah (Mycosphaerella berkeleyii)
Gejala serangan umumnya muncul pada daun tetapi juga dapat muncul pada tangkai daum dan batang. Gejala awal berupa bercak pucat pada permukaan daun. Bercak ini kemudian berkembang sampai berdiameter 10 mm atau lebih dan terjadi nekrosis pada bagian tengahnya dengan halo (lingkaran) klorosis di sekelilingnya. Penyebab penyakit ini adalah Mycosphaerella berkeleyii.
• Penyakit scabies pada jeruk (Elsinoe fawcetti)
Penyakit ini pada buah, daun maupun cabang tanaman jeruk. Karakteristiknya adalah munculnya pustul – pustul skabies atau kutil – kutil bergabus. Penyebabnya adalah Elsinoe fawcetti.

c. Tanaman Pangan
• Penyakit Kutil Hitam pada Kentang
Penyakit ini hampir di semua tempat dimana kentang ditanam meskipun kasus serius lebih banyak ditemukan di negara – negara Eropa dimana kentang menjadi makanan pokok. Selain menurunkan produksi dari segi kuantitas, penyakit ini juga sangat menurunkan kualitas kentang sehingga kerugian yang ditimbulkan menjadi berlipat ganda.
Gejala khas dari penyakit ini adalah munculnya kutil atau tonjolan yang tidak teratur pada permukaan umbi yang berawal dari bagian tunas pada umbi tersebut. Kutil ini dapat berkembang sampai beberapa centimeter diameternya dan jaringannya menjadi lunak dan berwarna hitam.
Penyebabnya adalah Sychytrium endobioticum.
• Penyakit Hawar Daun pada Kentang (Phytophthora infestans)
Busuk daun kentang ( late blight ) yang sering disebut sebagai " hawar daun " adalah penyakit yang berbahaya pada tanaman kentang dan tomat. Penyakit ini diduga berasal dari Pegunungan Andes dan dari sana masuk ke Amerika Serikat dan Eropa. Pada tahun 1845 - 1860 penyakit ini menyebabkan timbulnya bahaya kelaparan di Irlandia. Karena pada saat itu kentang merupakan bahan makanan pokok di Irlandia,sehingga disana terjadi paceklik yang sangat berat.
Gejala pertama muncul pada daun – daun bagian bawah berupa bercak berair berbentuk relatif bulat dan pada kondisi yang baik akan segera berkembang meluas dan warnanya berubah menjadi coklat. Jika dilihat pada permukaan bawah daun, pada jaringan yang nekrosis terlihat bulu – bulu halus berwarna putih yang merupakan konidiofor dan konidia jamur P. Infestans.
Penyebab penyakit ini adalah Phytophthora infestans.
• Penyakit bercak coklat pada padi (Cochliobolus miyabeanus)
Di persemaian, infeksi biasanya diawali dengan munculnya bercak kecil pada koleoptil, upih daun dan daun. Jika jumlah bercak cukup banyak kemungkinan besar bibit yang terinfeksi akan mati. Pada tanaman yang lebih tua, bercak – bercak berukuran kecil berbentuk oval dan berwarna merah kecoklatan serta tersebar hampir merata pada permukaan daun. Penyebabnya adalah Cochliobolus miyabeanus.

2. Penyakit yang disebabkan oleh Bakteri
a. Tanaman Perkebunan
• Penyakit Sumatera pada cengkeh
(Pseudomonas syzygii)
Gejala pada tanaman cengkeh yang terserang pada umumnya didahului dengan kelayuan dan diakhiri dengan kematian tanaman. Pada kematian cepat atau mendadak, daun layu kemudian berubah warna jadi coklat dan mengering tetapi tetap tergantung pada pohon, walaupun akhirnya akan gugur juga. Penyebab penyakit ini adalah Pseudomonas syzygii.
• Penyakit bercak daun bersudut pada kapas (Xanthomonas malvacearum)
Gejala pada daun diawali dengan pemunculan bintik berair berwarna hijau gelap yang kemudian berkembang menjadi bercak yang lebih besar berwarna coklat gelap. Perkembangan bintik menjadi bercak tersebut dibatasi oleh pembuluh – pembuluh atau anak tulang daun sehingga terbentuk bercak bersudut. Penyebab penyakit ini adalah Xanthomonas malvacearum.
• Penyakit puru mahkota pada tanaman berkayu (Agrobacterium tumefaciens)
Penyakit ini ditandai oleh munculnya gejala tumor atau puru dengan berbagai ukuran. Gejala awalnya berupa munculnya pertumbuhan yang sedikit berlebihan pada batang atau akar, khususnya di dekat permukaan tanah. Setelah itu, mulai terbentuk puru yang pada awalnya berbentuk bulat dan berwarna kusam serta agak lunak. Penyebab penyakit ini adalah Agrobacterium tumefaciens.

b. Tanaman Hortikultura
• Penyakit layu bakteri pada pisang
(Pseudomonas solanacearum)
Infeksi pada tanaman muda menyebabkan kelayuan dan kematian yang cepat dan daun – daun mudanya patah terkulai tanpa mengalami khlorosis terlebih dahulu. Infeksi pada tanaman tuagejala awalnya terlihat pada daun termuda yang mengalami kholorosis di sekitar tangkaidaun kemudian daun tersebut patah dan layu serta mengering. Penyebab penyakit ini adalah Pseudomonas solanacearum.
• Penyakit layu pada tomat dan solanaceae lainnya (Pseudomonas solanacearum)
Tanaman yang terserang akan layu mendadak dan serangan pada tanaman muda hampir pasti menyebabkan kematian segera setelah tanaman tersebut menunjukkan gejala layu. Penyebab penyakit ini adalah Pseudomonas solanacearum.
• Penyakit kanker jeruk (Xanthomonas citri)
Gejala serangan pada daun diawali dengan munculnya bintik kuning berdiameter kurang dari 1 mm pada permukaan bawah daun. Pada perkembangan selanjutnya, bintik tersebut berubah menjadi bercak cembung dan berwarna kecoklatan serta agak mengkilat. Penyebab penyakit ini adalah Xanthomonas citri.

c. Tanaman Pangan
• Penyakit kresek pada Padi (Xanthomonas campestris pv. Oryzae)
Gejala pada daun diawali dengan munculnya garis – garis kebasah – basahan pada pinggiran daun, beberapa cm dari ujung daun. Garis – garis tersebut kemudian memanjang dan melebar serta menguning dan bagian pinggirnya bergelombang. Penyebab penyakit ini adalah Xanthomonas campestris pv. Oryzae.
• Penyakit layu bakteri pada Jagung (Erwinia stewartii)
Pada daun biasanya muncul garis – garis panjang dengan tepian agak bergelombang dan berwarna pucat atau kekuningan yang kemudian mengering dan berwarna coklat. Penyebab penyakit ini adalah Erwinia stewartii.
• Penyakit busuk melingkar pada Kentang (Corynebacterium sepedonicum)
Gejala khas dari penyakit ini muncul pada umbi kentang sebekum atau sesudah panen.infeksi berawal pada pangkal umbi dan umbi berkembang serta menjalar melalui jaringan pembuluh pada umbi tersebut dan karena jaringan pembuluh melingkar seperti jaringan pembuluh pada batang dikotil maka penyakit ini mengahsilkan gejala melingkar pada umbi. Penyebab penyakit ini adalah Corynebacterium sepedonicum.

3. Penyakit yang disebabkan oleh Virus
a. Tanaman Perkebunan
• Penyakit mosaik tembakau
(Tobacco mosaic virus)
Gejala khas berupa belang – belang mosaik antara hijau gelap dan hijau terang pada permukaan daun disertai dengan perubahan permukaan daun yang menjadi bergelombang. Virus penyebabnya adalah Tobacco mosaic virus.
• Penyakit bengkak tunas pada kakao (Cacao swollen shoot virus)
Gejala khas pada penyakit ini adalah pembengkakan tunas sebagai akibat perkembangan silem dan floem yang tidak normal. Virus penyebabnya adalah Cacao swollen shoot virus.

b. Tanaman Hortikultura
• Penyakit belang pada kacang tanah
(Peanut mottle virus)
Gejala serangan sangat khas berupa belang –belang pada daun. Bagian lamina yang dekat dengan ibu tulang daun cenderung lebih hijau sedangkan bagian yang lain agak kekuningan. Virus penyebab penyakit ini adalah Peanut mottle virus.
• Penyakit layu berbintik pada tomat (Tomato spotted wilt virus)
Gejala khas adalah munculnya warna seperti perunggu pada permukaan atas daun disusul dengan menggulungnya daun kearah bawah. Jika kondisi lingkungan mendukung bagi penyakit, pada daun menggulung tersebut muncul bintik – bintik nekrosis yang terus menjalar ketangkai daun dan batang. Virus penyebab penyakit ini adalah Tomato spotted wilt virus.
• Penyakit daun mengumpul pada Pisang (Banana bunchy top virus)
Penyakit yang dikenal sebagai bunchy top pada pisang ini sudah terbukti mampu menghancurkan pertanama dan industri pisang di berbagai negara terutama di Asia. Tanaman yang terserang tumbuh kerdil dan daunnya kaku serta mengarah ke arah atas sehingga tampak bergerombol. Virus penyebab penyakit ini adalah Banana bunchy top virus

c. Tanaman Pangan
• Penyakit tungro pada padi
(Rice Tungro virus)
Tanaman padi yang terserang akan kerdil, daun – daunnya berubah warna menjadi kuning kemerah – merahan mulai dari pucuk dan terus bergerak menjalar ke bawah. Virus penyebab penyakit ini adalah Rice Tungro virus.
• Penyakit kerdil rumput pada Padi (Rice grassy stunt virus)
Tanaman yang terinfeksi menunjukkan gejala kerdil yang parah, membentuk anakan yang sangat banyak tetapi daun – daunnya lebih pendek dan kecil dibanding ukuran daun normal yang warnanya kekuning – kuningan. Virus penyebab penyakit ini adalah Rice grassy stunt virus.
• Penyakit bergaris pada Jagung
(Maize streak virus)
Gejala serangan berupa garis – garis khlorosis terputus – putus sepanjang tulang daun. Lebar garis bervariasi antara 0,5 sampai 1 mm dan pada perkembangan selanjutnya garis – garis yang berdekatan dapat menyatu sehingga terbentuk garis – garis yang lebih lebar. Virus penyebab penyakit ini adalah Maize streak virus.




DAFTAR PUSTAKA

Diktat Dasar – Dasar Perlindungan Tanaman, Penyakit Tanaman. Palembang : Universitas Sriwijaya

http://www.karantinaonline.com/download/Rebah%20Kecambah.pdf

http://www.tanindo.com/abdi9/hal1901.htm
http://www.tanindo.com/abdi11/hal3201.htm

Rabu, 19 Mei 2010

Dalam Diam

Membiarkan ini. . .

Membiarkannya terjadi lagi. . .

Kadang merasa ingin merengkuhnya. . .

Tak menginginkannyalepas. . .

Menggenggam erat dan tak memberi celah agar dy bisa pergi. . .

Tak memberi celah agar ia bisa berlari. . .

Tapi apakah itu tak begitu egois??

Mengekang erat ia dalam genggam rasa yg tak pernah ia miliki. . .

Mengukung ia dalam rasa yg hanya aq yg memiliki. . .

Ntahlah. . .

Q ingin dy disini. . .

Q ingin ia bersama Q,tapi bukan atas permintaan Q. . .Tapi lebih karna ia yg menginginkan it. . .